Untuk Arsitek

Spesifikasi Teknis Kusen Lengkung untuk Gambar Kerja

Hasil lengkung yang sesuai gambar dimulai dari gambar yang lengkap. Daftar angka dan keterangan ini membuat RAB dan hasil produksi berbicara bahasa yang sama.

⏱️ 7 menit baca📋 Panduan Teknis✅ Ditinjau tim KusenLengkung

Kusen lengkung yang bengkok miring atau kaca yang tidak masuk sering bukan salah eksekusi di workshop — akarnya ada di gambar kerja yang tidak lengkap. Untuk arsitek dan kontraktor, artikel ini merangkum informasi teknis yang wajib tercantum supaya lengkung yang dibentuk sesuai desain dan bisa dipasang tanpa improvisasi di lapangan.

Anatomi Lengkung di Atas Gambar

Sebelum menulis dimensi, pahami dulu bagaimana sebuah lengkung didefinisikan secara teknis:

  • AS (center line). Titik pusat lengkung tempat seluruh busur diukur. Tanpa penandaan AS yang jelas di gambar, workshop harus menebak — dan tebakan berarti selisih radius.
  • Radius dalam dan luar. Satu lengkung menghasilkan dua radius berbeda: radius ke sisi dalam busur dan radius ke sisi luarnya. Tentukan mana yang menjadi acuan (umumnya radius AS atau radius dalam) dan konsisten di seluruh gambar.
  • Sudut busur (sweep angle). Derajat lengkungnya: apakah 90°, 180° (setengah lingkaran), atau lengkung lembut misalnya 30°. Sudut menentukan panjang busur yang harus dibentuk.
  • Lebar bukaan vs tinggi sisi tegak. Banyak jendela lengkung punya bagian lurus (tegak) di sisi kiri-kanan atau bawah, baru lengkungnya di atas. Tinggi sisi tegak ini harus dinyatakan terpisah dari total tinggi, karena keduanya berbeda di lapangan.

Aturan main di gambar

Setiap busur idealnya punya tiga angka yang saling mengunci: radius, sudut busur, dan posisi AS terhadap tepi bukaan. Kalau ketiganya tidak konsisten, workshop akan kesulitan membuat pola dan hasil bending bisa meleset.

Informasi Wajib di Gambar Kerja

Berikut daftar yang sebaiknya selalu ada — angka pastinya menyesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kapasitas workshop:

InformasiContoh ketentuan
Dimensi bukaan (lebar × tinggi)Ukuran bersih setelah bobok, dalam mm
Radius & AS lengkungRadius AS, radius dalam/luar, dan sudut busur
Merek & ketebalan profilSebut merek serta seri profil dan ketebalan dindingnya
Jenis & tebal kacaKaca lembar/tempered/laminated, tebal sesuai kebutuhan beban & ukuran daun
Tipe sambunganMitre 45°, sudut lain, atau sambungan khusus pada titik pertemuan lengkung-lurus
FinishingPowder coating dengan kode warna RAL yang disebut eksplisit
HardwareMerek dan tipe engsel, rail/handle, serta titik bebannya
ToleransiMisalnya ±2 mm pada dimensi kunci — sepakati sejak awal

Catatan soal toleransi: angka ±2 mm di atas hanyalah contoh pola yang umum dipakai, bukan patokan universal. Yang penting bukan angkanya, tapi kesepakatannya — sepakati toleransi sejak awal di gambar, supaya saat QC tiba tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Tiga kekeliruan paling sering di gambar kerja

  • Radius ditulis tapi AS tidak. Tanpa posisi AS terhadap tepi bukaan, dua workshop bisa menghasilkan lengkung dengan radius sama tapi letak busur berbeda — dan kusen tidak masuk ke bobokan.
  • Tinggi sisi tegak tidak dipisah dari tinggi total. Gambar hanya mencantumkan satu angka tinggi, sehingga workshop salah membagi antara bagian lurus dan bagian melengkung.
  • Finishing disebut tanpa kode warna. Istilah seperti "hitam" atau "silver" punya banyak varian; sebut kode RAL agar warna kusen, partisi, dan kusen lain di proyek yang sama konsisten.

Urutan Produksi yang Benar

Alur ini mengurangi revisi dan selisih di lapangan:

  1. Gambar kerja final. Semua informasi di atas lengkap, berdimensi, dan sudah disetujui.
  2. Review workshop. Workshop membaca gambar dan menanyakan hal yang kurang jelas — ini tahap paling murah untuk merevisi.
  3. Bending. Profil dibentuk mengikuti pola radius, sebelum disambung.
  4. Finishing. Powder coating atau anodizing sesuai kode yang tertera.
  5. Perakitan. Sambungan mitre, pemasangan engsel dan hardware.
  6. QC. Pengecekan radius, kesimetrisan, dan kesiapan menopang kaca.
  7. Pengiriman & pemasangan. Unit dikirim dan dipasang di lokasi.

Jangan lompati review workshop

Gambar yang sudah "final" pun tetap perlu dibaca ulang oleh pihak yang membentuk. Sepuluh menit review di awal bisa mencegah unit salah radius yang baru ketahuan saat pemasangan.

Catatan untuk Arsitek: Render Bukan Pengganti Gambar Berdimensi

Render 3D sebagai pelengkap, bukan pengganti

Lampirkan render 3D untuk referensi visual — membantu workshop memahami maksud desain dengan cepat. Tapi dimensi, radius, dan AS tetap harus dibaca dari gambar 2D berdimensi. Render bisa menyesatkan soal proporsi; angka di gambar yang jadi acuan produksi.

Kesimpulan

Gambar kerja kusen lengkung yang baik menjawab semua pertanyaan workshop tanpa perlu bertemu: berapa radius, di mana AS-nya, profil apa, kaca berapa, finishing warna apa, dan seberapa besar toleransi yang diperbolehkan. Semakin lengkap informasi di atas kertas, semakin kecil ruang improvisasi di lapangan — dan itulah ukuran nyata sebuah desain yang siap diproduksi.

Butuh Konsultasi Lengkap?

Kirim foto bukaan atau gambar desain Anda — kami balas dengan estimasi harga realistis.

Chat Konsultasi WhatsApp